Selasa, 16 Agustus 2011

bahasa jepang untuk pemula


BAHASA JEPANG UNTUK PEMULA
Oleh :
Ahmad Hasnan

Pengantar Belajar Bahasa Jepang
(introduction to Japanese language )

Introduction
Bahasa jepang termasuk dalam rumpun bahasa Ural Alta, namun dalam perkembangannya tidak menunjukkan hubungan yang nampak secara langsung dengan rumpun bahasa Ural ? Alta seperti korea dan Mongolia, kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh sistem pemerintahan dan masyarakat yang tertutup, sehingga rumpun bahasa tersebut berkembang dengan sendirinya, dalam penulisan aksara jepang yang disebut kanji meminjam dari aksara bangsa cina namun sistem pengucapan atau cara baca disesuaikan bahsa jepang. Ciri Umum Bahasa Jepang Secara umum bahasa jepang mempunyai ciri sebagai berikut :

1. berlawanan dengan bahasa indonesia yang menganut sistem D.M (Diterangkan Menerangkan), bahasa jepang menganut sistem M.D. (Menerangkan Diterangkan)
jadi dalam bahasa jepang kata yang menerangkan terletak di depan kata yang
diterangkan, berikut contohnya :
Indonesia Jepang Keterangan
Masakan jepang = Nihon no ryori
Nihon = jepang
Ryori = masakan

Buku saya = Watashi no hon
Hon = buku
Watashi = saya

Perusahaan printer = Purinta no kaisya
Purinta = printer
Kaisya = perusahaan


2. kata benda dalam bahasa jepang pada umumnya tidak mempunyai bentuk jamak, jadi ada menunjuk pada satu televisi (terebi) akan sama dengan menunjuk televise yang lebih dari satu, biasanya untuk membedakan televisi yang banyak terdapat :
1.Ahmad Hasnan, setelah lulus dari Teknik Mesin Universitas Brawijaya, pada tahun 2006 mendapatkan beasiswa dari AOTS (The Association For Overseas Technical Scholarship) Jepang dengan sponsor PT. Indonesia Epson Industry. Sebelum berangkat sempat belajar bahasa jepang selama tiga bulan di Jakarta, selanjutnya mendalami bahasa jepang di AOTS jepang selama tiga bulan, dan diberikan kesempatan selama dua tahun di jepang untuk mengambil spesialisasi molding design di Seiko Epson Corporation.
2. kalimat percakapan selanjutnya seperti televisi yang mana atau televisi yang seperti apa. Kata jamak dalam bahasa indonesia dapat kita bentuk dengan mengulang kata tersebut seperti pohon-pohon, buah-buahan.

3. Terdapat perubahan bentuk dari kata kerja, kata sifat maupun kata Bantu, kata sifat dalam bahasa jepang dibagi menjadi dua yaitu kata sifat na dan kata sifat i, waktu dan kondisi yang berbeda kata kerja, kata Bantu, kata sifat akan mengalami perubahan, misalnya :
Indonesia
Jepang
Sekarang saya minum teh
Ima watashi wa ocha o nomimasu
Sekarang saya tidak minum teh
Ima watashi wa ocha o nomimasen
Kemarin saya minum teh
Kino watashi wa ocha o nomimashita
Kemarin saya tidak minum teh
Kino watashi wa ocha o nomimasendeshita
Sekarang saya sedang minum teh
Ima watashi wa ocha o nonde imasu
Begitu juga dengan jenis kata sifat, perbedaan jenis kata sifat maka perubahan bentuk dari kata sifat tersebut juga berbeda, misalnya untuk kata sifat na dan kata sifat i :
Indonesia
Jepang
Tidak enak
Oishii kunai (kata sifat i)
Tidak ramah
Shinsetsu dewa arimasen (kata sifat Na)

4. Predikat terletak pada akhir kalimat, perhatikan contoh pada tabel diatas (sekarang saya minum teh) untuk bahasa indonesia kata keterangan waktu dapat diletakan di depan maupun di belakang kalimat (saya minum teh sekarang), dalam bahasa indonesia predikat terletak setelah subyek (saya minum teh), namun dalam bahasa jepang predikat terletak di akhir kalimat (watashiwa ocha o nomimasu), nomimasu = minum, terletak setelah objek.
Indonesia
Jepang
saya minum teh
watashi wa ocha o nomimasu
  S        P       O
     S            O             P

5. Untuk menyambung kata atau kalimat digunakan partikel, terdapat berbagai jenis partikel dalam bahasa jepang, penggunaan pertikel tersebut disesuaikan dengan fungsi dari kata yang akan disambung, sebagai contoh, partikel no biasa digunakan untuk menyambung kata benda dengan kata benda Indonesia Jepang Keterangan
Masakan jepang = Nihon no ryori
Nihon = jepang
Ryori = masakan

Buku saya Watashi no hon
Hon = buku
Watashi = saya

Kimura (Sdr.)adalah seorang guru = Kimura san wa sensei desu
Sensei = guru
Wa dan no pada contoh diatas merupakan partikel untuk menghubungkan kata, selain wa dan no masih terdapat partikel yang lain seperti mo, e, ni dan lain sebaginya.

6. Dalam bahasa jepang terdapat bentuk biasa dan bentuk sopan, kedua bentuk tersebut berbeda penggunaanya, bentuk sopan dipakai ketika berbicara dengan atasan atau orang yang lebih di hormati, sedangkan bentuk biasa digunakan dalam pembiacaraan kepada teman atau kepada bawahan, perhatikan contoh berikut :
Bentuk Biasa
Bentuk Sopan
Keterangan
Kimi
Anatawa
Kamu
Heya de terebi ga aru
Heya de Teribi ga Arimasuka
Di kamar apakah ada televisi
Sora kun
Sora san
Saudara Sora
Pada contoh diatas kata yang tercetak merah adalah menunjukkan perbedaan
antara bentuk biasa dengan bentuk sopan, pemakaiannya

7. Subyek dan obyek yang sudah diketahui dalam kalimat bisa dihilangkan, penghilangan subyek dan obyek ini untuk mempersingkat pembicaraan dan juga sering digunakan dalam pembicaraan antar teman (bentuk biasa) perhatikan contoh berikut :
Yomu tsuki desu ka = Apakah (anda) suka membaca (buku)
Ket :
Yomu = membaca
Tsuki = suka

Dari contoh diatas subyek dan obyek dapat dihilangkan, pertanyaan diatas dapat
dijawab dengan singkat
Hai, Tsuki desu =Ya, (saya ) suka
Ket : Hai = ya

Bahkan dalam bentuk tidak sopan anda cukup mengatakan
Un, Tsuki = Ya, (Saya) suka
Ket : Un = ya (bentuk tidak sopan)

Cara Pengucapan
Pada umumnya suku kata bahasa jepang terdiri dari satu konsonan dan satu vocal, dan sebaliknya, namun ada juga yang diakhiri dengan konsonan, bahasa jepang tidak mengenal konsonan mati di akir selain n, namun konsonan n sendiri dalam pengucapannya di dalam kata terdapat tiga jenis yaitu, n, m, ng. Bahasa jepang menyerap kata-kata penting dari luar seperti kata ? kata ilmiah akan disesuaikan dengan cara pengucapan bahasa jepang, kata ? kata serapan dapat mudah kita lihat karena ditulis dengan katakana misalnya center akan di baca sentaa ditulis sentaa().

1. Vokal
Vokal dalam bahasa jepang sama dengan bahasa yang lain yaitu :
Vokal Sistem pengucapan
 A Seperti pada ayah, ayam, anda
  I         Seperti pada indah, imun, ibu
 U Seperti pada umbi, utama, ubun
 E         Seperti pada enak, entong, energi
 O Seperti pada ombak, obor

Pemakain vocal terdapat dua jens yaitu vocal panjang dan vocal pendek, dalam penerapannya akan sangat mempengarui arti dari kata. Karena perbedaan vocal panjang atau pendek dalam bahasa jepang mempunyai arti yang berbeda, misalnya :
Vokal Pendek
Vokal Panjang
e (gambar,lukisan)
ee (ya)
Toru (mengambil)
Tooru (melewati)
Obasan (bibi)
Obaasan (nenek)
Ojisan (paman)
Ojiisan (kakek)
Dari contoh diatas dapat kita lihat arti yang sangat jauh dari perbedaan pemakain vocal pendek dan panjang, berhati-hatilah dalam mengucapkannya !!!

2. Konsonan
Konsonan yang berdiri sendiri dalam bahasa jepang hanyalah n, dapat berbunyi tiga jenis yaitu, n, m dan ng berikut contohnya
Kata Hiragana
Cara baca
Onna
Onna
Sanpo
Sampo
Sankai
Sangkai
Konsonan rangkap juga mempunyai arti yang berbeda dengan konsonan tunggal, karena itu dalam pembicaraan untuk konsonan rangkap dua perlu penekanan lebih tegas, berikut contohnya :
Konsonan tunggal
Konsonan rangkap dua
Shite imasu (sedang melakukan)
Shitte imasu (mengetahui)
Oto (bunyi)
Otto (suami)
Konsonan dengan pengucapan semi vocal juga memilki arti yang berbeda dengan kosonan yang diucapkan vokalnya, misalnya hiyaku mempunyai arti perlompatan, sedangkan hyaku mempunyai arti seratus, walaupun tulisannya mirip yang membedakan adalah kecil besarnya tulisan huruf ya () bila tulisan huruf ya kecil maka akan dibaca semi vocal, bila tulisan huruf ya nomal akan tetap di baca secara utuh dan tegas, berikut contoh lainya :
Kata
Arti
Byoin
Rumah sakit
Kyoo
Hari ini
Gyuunyuu
Susu
Benkyoo
Belajar

PERKENALAN
Memulai belajar bahasa tentunya dimulai dengan perkenalan diri terlebih dahulu, dengan perkenalan diharapkan akan timbul ketertarikan untuk mengenal lebih jauh, baik tentang negara, pekerjaan, rumah, daerah budaya dan lain sebaginya. Untuk memudahkan belajar, saya akan menulis percakapan, kalimat dan kata dalam tiga jenis,
1. romanji untuk pengucapan hiragana
2. hiragana dan atau katakana
3. arti dalam bahasa indonesia

Nama saya Yamada
Untuk pengenalan singkat seperti judl diatas perhatikan beberapa contoh berikut ini :
Watashi wa yamada desu              = (nama) saya yamada.
Watashi wa kensyusei desu           = Saya adalah pelajar.
Watashi wa nihon jin desu            = Saya adalah orang jepang
Senmon wa hambai desu               = Pekerjaan saya adalah penjualan.
Ima watashi wa nijuyon sai desu = Sekarang saya berumur 24 tahun.
Ano hito wa kimura san desu ka   = Apakah orang itu adalah (sdr) kimura
Dari contoh diatas salah satu bentuk untuk mengungkapkan atau mengenalkan diri kita
adalah :
 
Watashiwa +(nama)+ desu = Saya adalah ?
Note :
Wa ditulis ha
Partikel
Dari beberapa contoh diatas terdapat bebapa jenis partikel yang mempunyai fungsi
berbeda yaitu :
Partikel wa digunakan setelah subyek, berfungsi menunjukkan subyek pembicara.
Watashi wa ari desu                    = (Nama) saya adalah ari.
Watashi wa indonesia jin desu    = Saya adalah orang indonesia.

Partikel ka digunakan untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah
pertanyaan, letak partikel ka adalah di akhir kalimat, perhatikan contoh berikut :
Ari san wa kensyusei desu ka                 = Apakah bapak ari pelajar
Ari san wa indonesia jin desu ka            = Apakah bapak ari orang indonesia
Ari sanwa kaishya wa dochira desu ka   = Bapak ari dari perusahaan apa

Partikel no digunakan untuk menyambung antara kata benda dengan kata benda, perhatikan contoh berikut :
Kompyuta no kaisya desu = Perusahaan computer.

Percakapan
Ari           :  Hajimemasite, watashi wa ari desu. Dozo yorosiku, onegaishimasu.
Yamada   :  Watashi wa yamada desu. Dozo yorosiku. Eeto?, anatano kuni wa tai desuka, indonesia desu ka.
Ari           :  Indonesia desu Sumimasen, ano hito wa dare desuka
Yamada   :  Tanakan san desu Nihon jin desu
Ari           :  Kaisya wa dochira desuka.
Yamada   :  DELL DELL desu
Ari           :  nanno kaisya desu ka.
Yamada   :  Kompyuta no kaisya desu ari san wa 4
Ari           :  EPSON, EPSON desu. Purintano kaisya desu.


Kosa Kata
Hajimemashite
Salam kenal diucapkan pertama kali bertemu
Watashi
Saya
Dozo yorosiku onegaishimasu
senang berjumpa dengan anda
Anata
Anda , saudara
Kuni
Negara
Sumimasen
Maaf, permisi
Hito
Orang
Dare
Siapa
Nihon jin
Orang jepang
Kaisya
Perusahaan

SALAM - Greeting
Aisatsu, begitulah carfa pengucapan kanji tersebut yang kurang lebih bisa diartikan dengan salam, atau di bahasa ingris lebih kita kenal dengan greeting, banyak sekali greeting atau salam dalam bahasa jepang, baik yang digunakan setiap hari seperti selamat pagi dst, ataupun pada hari-hari special misalnya ulang tahun, tahun baru, atau ada perayaan khusus, contoh berikut merupakan salam yang di pakai setiap hari :

Ohayou gozaimasu   = Selamat pagi
Konnichiwa              = Selamat siang.
Konbanwa                = Selamat malam

Selamat yah !!
Satu kata ini adalah satu kata yang bisa menghangatkan suasana, mempererat persaudaraan, serta memberikan penghargaan, kata selamat sangat penting ketika dalam bersosialisasi dengan kerabat, teman maupun kenalan baru. Dalam bahasa jepang kata yang digunakan adalah
Omedetou gozaimasu = Selamat yah!
Bisa juga disingkat hanya dengan Omedetou. Bentuk singkatan tidak baik digunakan untuk orang yang posisinya lebih atas, misal guru, bos, manager, pimpinan perusahaan dan orang asing yang belum di kenal baik, bentuk singaktan digunakan untuk teman dekat dan keluarga.

Selamat Ulang Tahun !!
Untuk memberikan kata selamat kepada orang yang ulang tahun dalam bahasa jepang
digunakan dengan :
O-tanjoubi omedetou gozaimasu = Selamat Ulang Tahun
Tanjoubi omedetou                       = Selamat Ulang Tahun

Semoga Cepat Sembuh Ketika menjenguk, berkunjung ataupun saat di kantor melihat teman kita sakit, dapat dipakai ungkapan berikut ini sebagai rasa perhatian dan penghormatan,
Odaijini                       = Semoga cepat sembuh / jaga diri ya
Kaze wa dou desu ka = Bagaimana masuk anginya

Bagi yang sakit untuk menjawab digunakan frase
Okagesamade yoku narimashita = berkat doa anda, sudah semakin baik.

Kekkon Omedetou = Selamat Atas Pernikahan anda
Omedeto adalah kata ungkapan untuk selamat, sedangkan untuk pernikahan, tambahkan
di depanya dengan nikah, perhatikan contoh di bawah
Go-kekkon omedetou gozaimasu    = Selamat Atas Pernikahan anda
Kekkon omedetou                           = selamat dah nikah yah !

Selamat Tahun Baru !
Di jepang, tahun baru merupakan hal yang penting untuk di peringati, ada dua selamat yang di ucapkan kepada sesama teman atau keluarga, yaitu sebelum hari H tahun baru, atau pada akhir tahun dan pada setelah hari H, atau setelah dan tepat pada tanggal 1 januari, kalimat yang digunakan adalah :

Sebelum tanggal 1 januari
Yoi otoshi o omukae kudasai   = Semoga mendapat tahun baru yang menyenangkan
Yoi otoshi o!                             = Met akhir tahun !!

Pada tanggal 1 januari dan setelahnya
Akemashite omedetou gozaimasu   = Selamat tahun baru!
Akemashite omedetou                     = Met tahun baruan!!

Selamat istirahat
Selamat beristirahat dapat di ucapkan oleh atasan ke pada bawahan saat bawahan pulang kerja, ataupun pada saat bertemu di cafe lalu ngobrol kemudian izin untuk pulang lebih dulu, orang yang pulang belakangan akan mengucapkan :
Oyasumi nasai = Selamat beristirahat Saya permisi dulu

Kurang lebih kata diatas tepat untuk menerjemahkan frase di berikut, frase berikut digunakan di saat kita pulang, begitu bell pulang telah tiba ataupun kerjaan telah selesai, dan bisa juga ketika kita beranjak dari tempat duduk ketika ngobrol bareng di restoran misalnya, kata ini dipakai untuk bawahan kepada atasan
Osakini sitsuresimasu = Saya permisi dulu

TAKSI = takushi
Kata diatas merupakan kata serapan dari bahasa inggris taxi, di jepang di sebut dengan takushi, namun cara pengucapannya tetap takshi, kali ini mari belajar beberapa kata penting ketika mencari maupun naik taksi
Hiraitemasuka
Kosong kah
Iiyo, doko e ikundesuka
Silahkan, mau pergi kemana
Hirata eki onegeaishimasu
Stasiun Hirata
Eeto.. sumimasen, mo sukoshii yukkurii hashitte itadakemasenka
Hmm.., tolong jalannya lebih pelan yah..
Atsui desukara mado wo akete kudasaimasenka
Panas nie, bolehkan jendelanya di buka
Shinjyuku ni , tsuitara watashi ni oshietekudasai
Kalo sudah sampai Shinjuku mohon saya di beri tahu.
Nakanaka densya ni maniaunode sukhosi hayakute kudasaimasenka
Sepertinya saya akan ketinggalan kereta, bisa lebih cepat sedikit
Gunma made nanjikan kakarmasuka
Sampai gunma membutuhkan waktu beberapa lama
Nimotsu zaseki no sitani oite okimasu
Saya letakkan barang saya di bawah
Ano shingou ga migi he magatte onegaishimasu
Tolong lampu merah itu belok ke kanan
aa?. Asoko desu
Ya?disana itu.
Chotto koko de matte itte kudasaimasenka
Tolong tunggu disini sebentar yah
Ryoukin ha ikura desuka
Ongkosnya berapa
Me-ta ni deta dake itadakemasu
Tolong bayar sesuai argo saja
Arigatou gosaimasu
Terimakasih
Iie domo arigatougozaimasu
Terimakasih kembali, sama-sama

TATA BAHASA
Penggalan frase di atas adalah untuk menunjukkan lama waktu, baik perjalanan ataupun suatu proses yang memerlukan jangka waktu, nanjikan kakarimasuka  dapat diartikan butuh waktu berapa lama Sebagai contoh lagi perhatikan kalimat berikut
Sugoi kikai desune, kakou nitsuite atarashii kikai wo tskatte najikan Kakarimasuka = Wow.. mesin yang hebat ya, kalau untuk memproses (machining) menggunakan mesin baru ini butuh waktu berapa lama

Kudasaimasen ka , merupakan kata untuk meminta pertolongan secara sopan, sebelum kata kudasaimasenka, digunakan bentuk kata kerja te, apa itu bentuk kata kerja te, silakan lihat tutorial khusus mengubah bentuk masu ke bentuk te, untuk mempermudah berikut saya berikan contoh perubahan kata kerja
Bentuk masu Bentuk kamus Bentuk te Arti
Memakai
Makan
Minum
Melihat
Membuka
Menulis
Berdiri
Memotong
Bangun
Tidur
menulis

Berikut adalah contoh untuk meminta bantuan atau pertolongan dengan menggunakan bentuk te ? itadamesenka  caranya, gunakan bentuk te di depan lali ikuti dengan itadakemasenka

Bisakah menuliskan nama anda  = O namae kaite itadakemasenka
Bisakah berdiri sebentar              = Chotto tatte itadakemasenka
Tolong guntingkan kertas ini      = Kono kami wo kitte itadakemasenka
Ingat walau dalam bahasa jepang tidak terdapat tanda tanya dalam penulisan kalimat pertanyaan, namun pengucapannya tetap diucapkan sebagai kata tanya. Mastumoto, September 2007

TERKENAL AKAN = Yuumei
Arti sebenarnya dari kata yuumei adalah terkenal, lalu apa hubunganya dengan tutorial
kali ini  kali ini penulis mencoba memberikan contoh baru untuk mempermudah dalam
mempelajari bahasa jepang, yaitu dengan penggunaan frase atau penggalan kalimat, mari
kita terlusuri beberapa frase dan kalimat yang dapat terbentuk dengan kata- kata terkenal,
perhatikan contoh berikut :
Kono hon ha yuumei desune                  = Buku ini terkenal yah
Nihon de yuumeina machi nandesuka    = Di jepang kota yang terkenal apa
Nagano de, donna yuumei de aruka       = Nagano terkenal dengan apanya

Kata keterangan + Yuumei
Tekenal , begitu lah artinya, di depan yuumei dapat di letakkan kata keterangan benda atau tempat, perthatikan contoh berikut :
Indonesia de badminton ha yuumei desu = Badminton terkenal di Indonesia.
Desu bisa juga diganti dengan da (untuk dipakai sesama teman akrab).
Borobudur ha yuumei da = Borobudur terkenal ya.
Terebi nara panasoniku ha ichiban yuumei desu = Kalo soal televisi panasonic paling terkenal

Yuumei desuka  merupakan kata yang digunakan untuk menanyakan terkenal ya, perlu diingat kembali seperti pada tutorial sebelumnya, bahwa kata akhir ka, digunakan untuk membentuk kata pertanyaan, perhatikan beberapa contoh berikut :
Amerika ha yuumeidesuka                             = Apakah Amerika terkenal
Kono me-ka no kuruma ha yuumeidesuka     = Merk dari mobil ini terkenal yah

de yuumei dei aru?, atau dalam bahasa kita bisa kita sebut dengan terkenal dengan ?, pemakaianya untuk menunjukkan suatu tempat terkenal akan sesuatunya, misalnya kota Malang terkenal dengan apel, kota Kediri terkenal dengan tahu kuwa nya, Surabaya terkenal dengan kota pahlawan dan sebagainya, untuk lebih jelasnya perhatikan contoh pemakaianya berikut ini :
Oosaka ha takoyaki de yuumeide aruyo = Osaka terkenal dengan takoyakinya lho
Kono machi ha mikan no resutorant de yuumeu de aru = Kota ini terkenal dengan restorant jeruknya.

Kosakata
Mikan = Jeruk
Machi = Kota


Takoyaki Makanan terkenal di osaka,lihat keterangan di bawah
Osaka Kota kedua paling terkenal di jepang setelah tokyo
Kuruma = Mobil
Nagano Kota dengan perbukitan berada di sebelah utara osaka, terkenal dengan olimpiade musim dingin.
Meka Merk, nama pabrik pembuat, di jepang menggunakan kata meka yang di tulis dengan katakana, merupakan kata serapan dari mecha
Mastumoto , September 2007

Note :
Harap diperhatikan kata- kata di bawah huruf jepang dalam huruf romanji adalah cara tulis , bukan cara baca, untuk cara baca silahkan membaca artikel bahasa jepang sebelumnya mengenai pengenalan bahasa jepang
Takoyaki , merupakan makanan yang dibuat dari tako? gurita, yang dilembutkan lalu dipanggang berbentuk bulat seperti bakso, makanan ini sangat terkenal di osaka, walau di kota lain di jepang pun dapat kita temukan, namun yang paling enak tetep di osaka.

SAYA BUKAN ORANG JEPANG
Kalimat Negatif
Pada tutorial jishokai pertama banyak contoh tentang saya adalah ? , Bagaimanakah bila kita ingin menjawab bukan, atau tidak pada pertanyan tersebut, misalnya ketka kita ditanya apakah anda orang jepang, dan kita ingin mengatakan ?bukan, saya bukan orang jepang, saya orang indonesia.?
Perhatkan contoh kalimat berikut :
Anatawa agus san desu ka
Apakah anda bapak agus.
Hai, so desu
Ya (benar)
Hai, agus san desu
Ya, (saya) agus.
Iie, agus san dewa arimasen
Bukan, (saya) bukan agus.
Agus san wa indonesia jin desu ka
Apakah agus adalah orang indonesia
Hai , indonesia jin desu
Ya, (saya) orang indonesia.
Iie , indonesia jin dewa arimasen
Bukan, (saya) bukan orang indonesia.

Tata Bahasa
Partikel desu ()
Kata desu tidak mempunyai arti, namun partikel ini berfungsi untuk memperlihatkan rasa hormat dan kesopanan pada lawan berbicara, partikel desu dipakai pada akhir kalimat dengan predikat kata kerja atau kata sifat, baik kata sifat na maupun kata sifat i.
Partikel dewa arimasen ()
Dewa arimasen mempunyai fungsi untuk menegatifkan kalimat yang mempunyai arti tidak atau bukan, dewa arimasen sebenarnya bukan lah partikel namun terdiri dari dua kata,namun untuk memudahkan dalam mengingat saya sebut partikel, dengan menambahkan dewa arimasen suatu kalimat akan mempunyai arti bukan, perhatikan contoh diatas, Susunan kalimat untuk menjawab positif (ya) dan negatif (tidak) dapat dilihat pada kolom berikut
Positif
Negatif
Hai ?? desu = Ya,?.
Iie ?dewa arimasen = Bukan, / tidak ?
Menyebut nama orang jepang.
Untuk menyebutkan nama orang jepang dipakai kata san setelah nama panggilan, san dipakai untuk menghormati misalnya kepada atasan, orang yang lebih tua dsb, perhatikan berikut:
agus san, Tanaka san, agus san

Tanaka san
Untuk panggilan kepada teman akrab, atau temen sekerja, atau orang yang lebih muda dipakai kun setelah nama panggilannya.
Percakapan
Tanaka     : Ohaiyo gozaimasu, ogenki desuka
Agus        : Ohaiyo gozaimasu, ogenki desu, Tananka san, anohito wa dare desu desuka, Arisan desuka.
Tanaka     : Iie, poom san desu.
Agus        : Nihon jin desuka.
Tanaka     : Iie, taijin desu.
Agus        : Poom san ha sensei desuka.
Tanaka     : Iie, sensei dewa arimasen, kensyusei desu.

Kosa Kata
Ohaiyo gozaimasu    = Selamat pagi
Konichiwa                = Selamat siang
Konbanwa                = Selamat malam
Ogenki desuka         = Sehatkah
Genki                       = Sehat
Ano hito                   = Orang itu
Dare                         = siapa
Taijin                        = Orang tailand
Sensei                       = Guru
Kensyusei                 = Pelajar.

APAKAH ITU
Ini adalah Untuk mengungkapkan ini adalah.. itu adalah? dan juga apakah itu..cukup mudah dalam bahasa jepang
Perhatikan contoh kalimat berikut :

Areha nan desu ka      = Apakah itu
Bento desu                 = (itu adalah) bento.
Kore ha nan desu ka   = Apakah ini
Are ha Udon desu      = Ini adalah udon
Sore ha nan desu ka    = Apakah itu
Tempura desu             = (Ini adalah) Tempura.


Kore ha agus san no hon desu ka,
ari san no hon desuka                      = Apakah ini buku saudara agus (atau) saudara ari.
Arisan no hon desu                          = Bukunya saudara ari.
Kore ha kagi desuka                        = Apakah ini kunci
Hai, sou desu                                   = Ya, benar.
Iie, chigaimasu                                 = Bukan.
Sono kaban ha watashino desu        = Tas ini milik saya.

Tata Bahasa
Penggunaan kore, sore, dan are serta sono, ano dan kono pada prinsipnya adalah sama yaitu untuk menyakan benda yang tidak kita ketahui, namun terdapat perbedaan antara keduanya, yaitu untuk kore, sore dan are bisa dipakai tanpa diberikan kata benda, sebaliknya untuk menunjuk sesuatu yang sudah diketahui bedanya namun tidak diketahui pemiliknya misalnya: digunakan kono, sono, dan ano, setelah kata kono, sono dan ano langsung diikuti kata benda , perhatikan rumus berikut :
Kore
Sore + ha + nan desu ka
Are
Kono
Sono + K. Benda + ?. + desu ka
Ano
Perbedaan pemakain dari kata tersebut adalah :
Kore, kono = Digunakan untuk menunjuk benda yang letaknya dekat dengan pembicara.
Sore, sono = Digunakan untuk menunjuk benda yang letaknya dekat dengan lawan bicara
Are, ano = Digunakan untuk menunjuk benda yang letaknya dekat dengan keduanya.

Percakapan
Agus   : Ari san konnichiwa = Selamat siang saudara ari.
Ari       : Konnichiwa, o genki desu ka = Selamat siang, sehat
Agus   : Hai. Taihen genki desu = Ya, sangat sehat.        
Ari       : Ii kaban desu ne = Wahh?.. tas yang bagus.
Agus   : Kore desuka = Tas ini
Ari       : Sore ha anatona kaban desu ka = Apakah itu tas anda
Agus   : Mochiron , sou desu = Ya., Tentu saja,
Ari       : Dokode kaimashitaka = Dimana anda membelinya
Agus   : Namba de kaimashita = Saya beli di namba
Ari       : Sou desu ka, ima kara nanio shimasuka Oo? = mulai sekarang mo ngapain nieh?
Agus   : Heya de ikimasu 4 = Pergi ke kamar.
Ari       : Ja .. mata atode = Sampai nanti ya..


Kosa Kata
Konichiwa                            = Selamat siang
ogenki desuka                      = Sehatkah
Genki                                   = Sehat
Taihen                                  = Sangat
Kaban                                   = Tas
Desu ne..                              = Ungkapan bagus, atau untuk memuji sesuatu.
Anatano                               = Anda
Kaimasita                             = Telah membeli
Doko de                               = Dimana
Ima kara nanio shimasuka    = Mulai sekarang mengerjakan apa, atau ngapain
Heya                                     = Kamar
Ikimasu                                = Pergi.
Ja mata atode                       = Sampai nanti ya (salah satu ungkapan pada waktu bepisah)


JAM BERAPA SEKARANG 
Ini adalah = Ima nanji desuka, adalah frase yang dipakai untuk menanyakan waktu , berikut keterangannya, System jam di jepang di bagi dua yaitu PM (gogo) dan AM (gozen) sedangkan angka yang dipakai adalah angka 1 sampai 12, sedangkan untuk menit seperti layaknya di indonesia dari 1 sampai 60. Untuk memberitahukan jam sekarang dalam bahasa jepang dipakai kata berikut :
Ima juichi ji desu                                = Sekarang jam 11
Ima ichi ji han desu                            = Sekarang jam 1 .30 (sekarang jam setengah dua)
Ima san ji yojugo pun desu                = Sekarang jam 3.45 ( jam 3 lebih 45 menit)
Watashiwa gozen raku ji ni nemasu   = Saya jam 6 pagi bangun tidur.
Agus san ha nanjini nemasutaka        = Bapak agus jam berapa mulai tidur
Ju ichi ji han ni nemasita                    = Jam 11.30 tidur.

Tata Bahasa
Untuk menanyakan jam digunakan bentuk :
1                   2
?. + nan ji +  ?
?. + nan pun + ?
?. + nan ji desu ka.
Betuk pertama digunakan untuk menyakan jam pada waktu tertentu seperti :
Agus san ha nanjini oosaka e ikimasuka = Bapak agus jam berapa pergi ke osaka
Sedangkan bentuk kedua digunakan untuk menayakan hal singkat seperti waktu sekarang,
perhatikan contoah berikut :
Ima nanji desuka                              = Sekarang jam berapa
Nanpun dono gurai kakarimasuka   = Butuh waktu berapa menit


Partikel NI ()
Partikel ni digunakan setelah jam disebutkan, perhatikan contoh-contoh diatas, ni digunakan untuk menyambung dengan kata lainya, bukan dengan partikel atau kata Tanya desuka (),
Percakapan
Agus   : Ari san doko e ikimasuka  
              Pak ari mo kemana
Ari       : Oosaka e ikimasu, agusan ima nan ji desuka 
              (saya) pergi ke Osaka, bapak agus sekarang jam berapa
Agus   : Ima juichi ji desu, nan ji ni oosaka e ikimasuka 
              Sekarang jam 11, jam berapa berangkat ke Osaka.
Ari       : Ju ichi ji han ni ikimasu 
              (saya) berangkat jam 11.30.
Agus   : sou desuka, koko kara nanpun dono gurai kakarimasuka 
              oo begitu ya, dari sini butuh waktu berapa menit
Ari       : Jupun gurai kakarimasiyo, Ja .. mata atodene 
              Sekitar 10 menit, Sampai nanti ya..
Agus   :  Ja mata 
              Sampai nanti

Kosa Kata
Ima               = Sekarang
Ikimasu         = Pergi (berangkat)
Nanji             = Jam berapa
Pun, fun        = Menit
Koko kara     = Dari sini
Dono gurai   = Sekitar (kurang lebih)
Kakarimasu = Membutuhkan waktu

Angka yang digunakan dalam penyebutan jam dan menit.
Ichi ji       = Jam   1,    Ippun            = 1    menit
Niji           = Jam   2,    Nifun            = 2    menit
Sanji         = Jam   3,    Sanpun         = 3    menit
Yoji          = Jam   4,    Yonpun        = 4    menit
Goji          = Jam   5,    Gofun           = 5    menit
Rokuji      = Jam   6,    Roppun         = 6    menit
Shici ji      = Jam   7,    Sichifun        = 7    menit
Hachi ji    = Jam   8,    Happun         = 8    menit
Kuji          = Jam   9,    Kyufun         = 9    menit
Jyuji         = Jam 10,    Jyupun          = 10 menit
Jyuichiji   = Jam 11,    Jyugopun      = 15  menit
Jyuniji      = Jam 12,    Sanjyuppun = 30 menit


PERGI KEMANA

doko e ikimasuka = pergi kemana, pertanyaan ini mudah dan sering digunakan dalam bepergian,dalam artikel edisi ini akan di bahas cara bertanya tujuan dan juga dengan siapa, perhatikan betul contoh-contoh kalimat berbeda di bawah ini, karena setiap kalimat kata dan partikel mempunyai fungsi sendiri.

Watashiha resutoran e ikimasu = Saya pergi ke restoran.
Watashiha tomodachi to oosaka e ikimashita = Saya dengan teman-teman telah pergi ke Osaka.
Agusan ha Nagoya e ikimasuka = (Apakah) Bapak agus pergi ke Nagoya.
Nande ikimasuka = Pergi (naik) apa
Dare to ikimasuka = Dengan siapa berangkat (pergi)
Agusan to ikimasu = Dengan bapak agus
Watashiha basu de agusanto nagano e ikimasita = Saya dengan bapak agus telah pergi ke Nagano naik (dengan) bis.

Tata Bahasa
Naik bis Partikel yang digunakan untuk menyambung kendaraan dengan kata berikutnya adalah de, perhatikan contoh di halaman 1 dan contoh berikut, arti dari partikel de adalah naik dengan kendaraan tertentu.

Nande ikimasuka   = Pergi (naik) apa
Basude ikimasu      = Pergi naik bis Dengan siapa
Untuk menyambung kata kerja yang berarti orang atau manusia digunakan partikel to, partikel to bisa digunakan untu menyambung berbagai kata yang pada prinsipnya mempunyai arti manusia, misalnya seperti nama orang, orang perusahaan, temen sekelas,
keluarga, sahabat, pacar, istri, adek, ibu dan lain sebagainya. Perhatikan contoh berikut :
 
Dare to ikimasuka                = Dengan siapa berangkat (pergi)
Kazoku to ikimasu               = Dengan keluarga
Kaisya no hito to ikimasu    = Dengan orang perusahaan.

Akhiran -masu
Akhiran masu digunakan untuk berkata lebih sopan dan menghormati lawan bicara, kata kerja yang diakhiri dengan masu, sering disebut dengan bentuk masu (masu kei) dalam artikel ini juga disebut sebagai bentuk masu. Perhatikan beberapa kata kerja bentuk masu berikut ini :
Okimasu          = Bangun
Nemasu           = Tidur
Ikimasu           = Pergi
Kimasu            = Datang
Kaerimasu       = Pulang
Kakarimasu     = Beberapa lama


artikel e
Partikel e ( ) diambil dari huruf he namun dibaca e, partikel e digunakan untuk menyambung kata yang mempunyai makna pergi atau melakukan sesuatu perjalanan dengan tempat tujuan, agar lebih mudah dalam mengingat, setiap terdapat kata berikut
Ikimasu         = Pergi
Kimasu         = Datang
Kaerimasu    = Pulang
dapat dipastikan bahwa di depan kata- kata tersebut, sedangkan kata sebelumnya adalah tempat maka partikel yang digunakan adalah e (), perhatikan contoh berikut :
Itsu indonesia e kaerimasuka    = Kapan pulang ke indonesia
Asitanogogo kaerimasu            = Besok sore (saya) pulang.

Dari contoh diatas dapat kita lihat, untuk kalimat pertama, untuk menyambung kata indonesia yang berupa tempat dengan kaerimasu digunakan partikel e() namun ketika menyambung kata keterangan waktu dengan kaerimasu (kalimat kedua) partikel e tidak digunakan.
Bentuk lampau
Dari contoh di halaman 1, terdapat bentuk lampau bahasa jepang, untuk membentuk
bentuk lampau kata kerja harus dirubah berikut daftar perubahan dari bentuk masu.
Non Lampau Bentuk Lampau
Positif
Negative
(Iki)-masu        = Pergi
(Iki)-masen              = Tidak pergi
(Iki)-mashita    = Telah pergi
(Iki)-masendeshita   = Telah tidak pergi

Perhatikan contoh berikut
Watashiha tomodachi to oosaka e ikimashita = Saya dengan teman-teman telah pergi ke Osaka
Bentuk lampau digunakan untuk mengatakan sesuatu hal yang sudah terjadi atau menanyakan sesuatu yang kejadiannya di masa lampau, sedangkan bentuk Berikut adalah contoh perubahan kata kerja baik positif, negative lampau dan bukan lampau
Non lampau (+) Non lampau (-) lampau (+) lampau (-)
  
Percakapan
Agus   : Ari san doko e ikimasuka
              Pak ari mo kemana
Ari       : Dokomo ikimasen, agusan ha
              Tidak kemana-mana, bapak agus
Agus   : Zanen desu ne nara e ikimasu
              Sayang dech?.., (saya) mau pergi ke Nara
Ari       : Dareto ikimasuka
              Dengan siapa
Agus   : Nakamurasan to ikimasu
              Dengan saudara Nakamura.
Ari       : Koko kara nara made nande ikimasuka
              Dari sini sampai nara dengan apa perginya

Agus   : Chikatesu de ikimasu
              Dengan kereta bawah tanah
Ari       : Dono gurai kakarimasuka
              Berapa lama
Agus   : Kokokara 1 jikan gurai chikatesu de ikimasu
              Dari sini dengan kerata bawah tanah sekitar 1 jam.
Ari       : Taihen desune
              Berat ya?

Kosa Kata
Ashita                    = Besok
Doko                      = Kemana
Dokomoikimasen   = Tidak kemanapun
Zanendesune          = Sayang sekali
Nande                    = Naik apa
Chikatesu               = Kereta bawah tanah
Kokokara               = Dari sini
Taihen desune        = Berat ya?
Hatarakimasu         = Bekerja
Bekyoshimasu        = Belajar


BERAPA HARGANYA
Ikura desuka.
Untuk menanyakan harga sesuatu digunakan frase ikura desuka, walaupun bila anda jalan-jalan ke kota di jepang cukup mengatakan ikura, penjual pasti tau, namun lebih disarankan anda memakai frase tersebut, karena lebih sopan untuk digunakan.
   
Kono ringo wa ikura desuka                   = Apel ini berapa harganya.
Futatsu tamago wa ikura desuka            = Dua buah telor berapa harganya.
Hitotsu yonhyaku en desu                      = Sebuah 400 yen
Hyaku en no kitte o arimasuka               = Perangko seratusan yen ada tidak
Hyakugojuen no kitte go mai kudasai    = Tolong 5 lembar perangko 150 yen.
Hai, zenbude nanahyakugoju en desu    = Ok, semuanya 750 yen.

Tata Bahasa
Mengucapkan harga
Mata uang jepang adalah yen, satu yen 1  saat artikel ini ditulis berkisar antara Rp.75-Rp.80. pecahan uang logam terkecil jepang 1 ,Untuk mengucapkan mata uang cukup langsung diucapkan berapa yen, contoh
Hyaku ju en Nedan ha nihyaku en = Mahal yah
Untuk mengungkapkan kata sifat dari barang seperti murah, mahal atau tas yang merah, tas yang biru, dipakai pola kata sebagai berikut :
Akai kaban arimasuka            = Adakah tas warna merah
Motto yasui noga arimasuka = Harga yang lebih murah ada tidak

Bentuk lampau dan non lampau untuk kata sifat sebegai berikut :
Non Lampau Bentuk Lampau
Positif
Negative
Akai desu          = Merah
Akakunai desu                = Tidak merah
Akakatta desu   = Merah (lampau)
Akakunakatta desu         =  Tidak merah (lampau)

Kata sifat
Kata sifat dalam bahasa jepang dibagi dalam 2 kategori besar, yaitu :
? Kata sifat na
? Kata sifat i
Kata sifat I adalah semua kata sifat yang berakhiran dg huruf I sedangkan kata sifat na
adalah semua kata sifat yang tidak berakhiran dengan I, namun ada pengecualian
tersendiri, yaitu :
Kata sifat na
Kirei      = Cantik
Yumei    = Terkenal
Genki     = sehat
dalam tutorial ini kata sifat na saya tulis dalam kosakata dengan na dibelakang
kata sifat untuk mempermudah proses belajar, namun dalam kalimat kata na tidak ditulis,
berikut beberapa contoh kotoba (kosakata) kata sifat beserta artinya, baik kata sifat na
maupun kata sifat i

Yumei        = Terkenal
Nigiyaka     = Ramai
Shizuka      = Sepi
Kirei           = Cantik
Sinsetsu      = Ramah, baik hati
Ooki           = Besar
Chikai         = Kecil
Aoi             = Biru
Akai           = Merah
Kuroi          = Hitam
Siroi            = Putih
Midori        = Hijau
Oishi           = Enak, nikmat
Omoshiroi = Menarik
Hikui          = rendah
Yasui          = Murah
Takai          = Mahal, tinggi (tempat)
Yasasii        = Mudah
Muzikasii    = Sulit, sukar
Tsumetai     = Dingin (makanan/barang)
Samui         = Dingin (hawa, udara)
Atsui          = Panas
Furui           = Lama, kuno
Atarashi      = Baru


Perhatikan contoh berikut pemakaian kata sifat berikut :
Oosaka wa furui machi desuka                               =Apakah Osaka kota kuno
Nakamura sensei wa shinsetsu desu                        =Guru nakamura orangnya baik hati
Sushi wa takai desuka yasui desuka                       =Apakah sushi mahal (atau) murah
Kono kyoshitsu de isu ga ikutsu arimasuka            =Di kelas ini berapa jumlah kursi yang ada
Kino ari san wa 100 en kitte o 10 mai kaimashita   =Kemarin bapak ari membeli perangko 100 yen sebanyak sepuluh lembar

Pemakaian kata sifat dapat lansung dipakai tanpa menambahi partikel, perhatikan beberapa contoh diatas sehingga untuk mengatakan tas merah cukup langsung dikatakan (akai kaban). pada contoh diatas contoh kalimat terakhir tidak terdapat kata sifat seperti pada contoh sebelumnya namun 100 en kitte mempunyai struktur kalimat yang mirip dengan pemakain kata sifat, karena dalam 100 en kitte (perangko 100 yen-nan), harga menerangkan jenis perangko yang fungsinya seperti pemakaian kata sifat.
Percakapan Dalam kalimat berikut amino san berperan sebagai pembeli, dan naka san berperan sebagai penjual.
Naka :
Amino :  
Naka : 
Amino :
Naka :
Amino :
Naka :
Amino :
Naka :  

Untuk edisi artikel kali ini cara baca dalam romanji tidak langsung ditulis di bawah huruf jepang, cobalah untuk membacanya, namun apabila saudara mash kesulitan, berikut cara baca dalam romanji.
Naka        : Irassyaimase?
Amino      : Ringgo ga arimasuka.
Naka        : Hai arimasu yo.
Amino      : Ichi kiroguramu ikura desuka.
Naka        : Akai ringgo wa sen enmidori ringgo wa sen nihyaku en desu
Amino      : Takai desune, kore motto yasuku narimasenka.
Naka        : Sumimasen, muridesune..
Amino      : Sou desuka, ja akai ringgo o ichi kiroguramu, midori ringgo o ni kiroguramu onegaishimasu.
Naka        : Hai, zenbude sansen yonhyaku en desu, arigato gozaimasu

Kosa Kata
Nedan                                  = harga
En                                         = yen
Ikura desuka                        = Berapa harganya
Kiro guramu                         = kilogram
Irassyaimase                         = Selamat datang
Motto yasukunarimasenka   = Bisakah lebih murah
Muri desune                         = Tidak mungkin
Dari daftar kosakata yang ada cobalah untuk menerjemahkan, apabila saudara masih kesulitan silahkan hubungi penulis di email berikut


MARI BERTEMU DI STASIUN
Di stasiun
Partikel de digunakan untuk menyatakan keterangan tempat, peletakan pastikel de
dalam kalimat selalu di letakkan setelah kata keterangan tempat atau tempat
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini :
Doko de aimasuka                                     = Bertemu di mana
Jya..,kyoushitsu de hanashimasuka           = Bagaimana kalo ngobrol di kelas saja.
asoko de yasumimasuka                            = Bagaimana kalo beristirahat di sana.
Kaisya no mae de ginkou ga arimasuyo    = Di depan perusahaan ada bank lo.

Tata Bahasa
Untuk menyatakan tempat digunakan format sebagai berikut :
1 . dengan Kata ket. tempat 2. dengan Tempat
?.kata keterangan tempat + de
 + ?
Tempat + de  + ?
2
Bentuk nomer 1 digunakan apabila tempat yang dituju belum jelas, sehingga digunakan kata keterangan yang menujukkan tempat, misal di sana, di situ, dimanakah, di depan rumah, di belakang kantor, dan sebagainya, sedangkan bentuk kedua adalah terdapat kata keterngan tempat yang jelas-jelas menunjukkan tempat, misalnya bank, kantor, sekolah, kelas, lobi, kamar, rumah dan sebaginya untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut .
Bentuk 1
Asoko de singou ga arimasu ne..   = Disebalah sana ada lampu lintas khan.
Doko de kono hako sutemasuka   = Dimanakah kotak ini di buang

Bentuk 2
Ginko no mae de matte ite kudasai.                   = Tolong tunggu di depan bank yah.
Watashi no heya de issyoni benkyoushimasyo   = Ayo belajar bersama di kamar ku

Kosa Kata
Sutemasu               = membuang
matte ite                 = tunggu
heya                       = kamar
benkyoushimasu    = Belajar
hako                       = kotak
singou                    = Lampu lalu lintas
kyoushitsu              = Kelas
Yasumimasu          = istirahat

Dapatkan koleksi ebook lain yang tak kalah serunya hanya di:
http://jowo.jw.lt